Thursday, 9 June 2016
Tips Kesehatan
☘Kuliah Herba Thibunnabawi
Tips kesehatan selama ramadhan:
๐Habis sahur memang ngantuk, tapi jangan langsung tidur, sebaab:
Semua ini terjadi hanya karena .....anda tidur segera setelah sahur....
Kesimpulan,
๐Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah sahur,
Usahakan lawan kantuk dengan bertadarus, mengaji, membaca buku, dll --> sekalian tambah pahala,
Boleh tidur 1-2 jam setelah makan.
marhaban ya ramadhan...
Selamat menjalankan ibadah puasa
Tips kesehatan selama ramadhan:
๐Habis sahur memang ngantuk, tapi jangan langsung tidur, sebaab:
- Ketika tidur semua organ dalam tubuh akan melambat metabolisme nya, seperti usus dan lambung akan lambat dalam mencerna makanan,
- Akibatnya makanan tidak tercerna dengan sempurna,
- Makanan yg tidak tercerna dgn sempurna akan di "makan" oleh bakteri buruk --
- jumlah bakteri buruk di lambung & usus menjadi dominan, dimana sifat bakteri ini: anaerob (miskin oksigen), hasil metabolisme bakteri x asam,
- Bakteri akan menghasilkan zat asam nitrit yang bersifat SANGAT ASAM,
- Asam nitrit akan meningkatkan derajat keasaman tubuh,
- Derajat keasaman tubuh meningkat drastis akan membebani sistem metabolisme tubuh,
- Asam nitrit SANGAT, SANGAT, SANGAT beracun untuk liver anda!
- Liver akan bekerja keras melawan racun,
- Sel darah putih akan gencar diproduksi untuk melawan bakteri jahat tadi....
- Tubuh akan bekerja keras hanya utk menghilangkan racun,
- Terjadi penumpukan gas racun amonia dalam tubuh anda akibat makanan yang tidak tercerna menjadi busuk dalam usus & lambung anda,
Semua ini terjadi hanya karena .....anda tidur segera setelah sahur....
Kesimpulan,
- Tidur setelah sahur akan berkontra-indikasi terhadap tujuan puasa: yaitu ingin sehat,
- Tidur setelah sahur merusak liver,
- Membuat dominan bakteri jahat,
- Menambah derajat PH keasaman tubuh, INGAT, jika PH tubuh anda <4 maka SEL KANKER AKAN MULAI TUMBUH,
- Keadaan tubuh menjadi an-aerob (miskin oksigen), SEL KANKER AKAN TUMBUH PESAT PADA SEL TUBUH YANG PALING ANAEROB,
๐Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah sahur,
Usahakan lawan kantuk dengan bertadarus, mengaji, membaca buku, dll --> sekalian tambah pahala,
Boleh tidur 1-2 jam setelah makan.
marhaban ya ramadhan...
Selamat menjalankan ibadah puasa
Ulat vs Ular
BERPUASALAH SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR
Kewajiban puasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada manusia saja. Beberapa jenis makhluk hidup melakukan puasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya. Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.
Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat takwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT.
A. PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Hikmahnya:
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
B. PUASA ULAT
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.
Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
Hikmahnya:
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.
*kesimpulan*:
Semoga ibadah puasa kita mampu menghijrahkan diri kita agar semakin takwa dan mampu *khairunnas anfauhum linnas* (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga tunai sebulan suntuk.
Aamiin YRA.
Kewajiban puasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada manusia saja. Beberapa jenis makhluk hidup melakukan puasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya. Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.
Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat takwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT.
A. PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Hikmahnya:
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
B. PUASA ULAT
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.
Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
Hikmahnya:
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.
*kesimpulan*:
Semoga ibadah puasa kita mampu menghijrahkan diri kita agar semakin takwa dan mampu *khairunnas anfauhum linnas* (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga tunai sebulan suntuk.
Aamiin YRA.
Wednesday, 8 June 2016
Bersyukur
*Assalamualaikum wr wb...dalam rangka mensyukuri nikmat Allah....monggo kt lakukan pemeliharaan diri yang seksama....
Copas dari Dokter Specialis Mata.*
๐ซ *Wajib di baca.*
๐ *SAFE YOUR EYES* ๐
๐ *Perhatian bagi yg suka membaca ditempat gelap.* *Menggunakan PONSEL*
*Dalam Kegelapan Akan Menyesal seumur hidup!*
*Setelah mendapat Penyakit MAKULA, itu berarti sudah menderita Kanker Mata, ....*
*Hanya menunggu BUTA, karena obat modern tidak bisa mengobatinya,....*
*Apalagi menyembuhkan.*
๐ *Baru-baru ini, semakin banyak pasien berumur 30~40 tahun berobat ke dokter mata, karena sebelum tidur dan setelah lampu dimatikan, masih juga menggunakan Ponsel.*
๐ *Profesor Li Li, Direktur Rumah Sakit of Ophthalmology mengatakan* : *"Sinar menyilaukan yang kuat dari Ponsel, bila langsung menyinari mata lebih dari 30 menit, akan menyebabkan Penyakit Mata Degenerasi Makula, ini akan menyebabkan kerusakan yang cepat dari pandangan mata*
*Khususnya penyakit MAKULA yang tak dapat disembuhkan. Setelah lampu mati layar Ponsel terlihat sangat terang dalam kegelapan,*
*Melihat dari jarak dekat, energi tinggi menyinari mata langsung, akan merusak Makula Mata.*
๐ *Profesor Li Li mengatakan bahwa gejala Degenerasi Makula kebanyakan adalah Orangtua, Namun baru~baru ini ada kecenderungan Penderita adalah Pasien yang lebih muda.*
*Di antaranya peningkatan Pasien pada usia 20~40 tahun bertambah 3 kali lipat, sebagian besar adalah pengguna berat PONSEL PINTAR / IPAD.*
*Setelah lampu dimatikan, apakah itu PONSEL atau IPAD.* *Tidak hanya DEGENARASI MAKULA, pada awal akan muncul gejala dini Mata Kering, yang lebih serius adalah Katarak muncul duluan,*
*Bahkan Kehilangan Penglihatan dan menjadi BUTA.*
*Gejala awal penyakit, harus diobati dengan Laser atau Suntikan Steroid, baru memiliki kesempatan untuk sembuh.*
*Terima Kasih*
*Semoga Bermanfaat !*
*Hati hati dgn *Mata Anda*
*karena*:
*"Mata adalah Jendela Dunia"*๐
*_Please forward to help your friends_
๐๐๐๐๐๐๐๐
Copas dari Dokter Specialis Mata.*
๐ซ *Wajib di baca.*
๐ *SAFE YOUR EYES* ๐
๐ *Perhatian bagi yg suka membaca ditempat gelap.* *Menggunakan PONSEL*
*Dalam Kegelapan Akan Menyesal seumur hidup!*
*Setelah mendapat Penyakit MAKULA, itu berarti sudah menderita Kanker Mata, ....*
*Hanya menunggu BUTA, karena obat modern tidak bisa mengobatinya,....*
*Apalagi menyembuhkan.*
๐ *Baru-baru ini, semakin banyak pasien berumur 30~40 tahun berobat ke dokter mata, karena sebelum tidur dan setelah lampu dimatikan, masih juga menggunakan Ponsel.*
๐ *Profesor Li Li, Direktur Rumah Sakit of Ophthalmology mengatakan* : *"Sinar menyilaukan yang kuat dari Ponsel, bila langsung menyinari mata lebih dari 30 menit, akan menyebabkan Penyakit Mata Degenerasi Makula, ini akan menyebabkan kerusakan yang cepat dari pandangan mata*
*Khususnya penyakit MAKULA yang tak dapat disembuhkan. Setelah lampu mati layar Ponsel terlihat sangat terang dalam kegelapan,*
*Melihat dari jarak dekat, energi tinggi menyinari mata langsung, akan merusak Makula Mata.*
๐ *Profesor Li Li mengatakan bahwa gejala Degenerasi Makula kebanyakan adalah Orangtua, Namun baru~baru ini ada kecenderungan Penderita adalah Pasien yang lebih muda.*
*Di antaranya peningkatan Pasien pada usia 20~40 tahun bertambah 3 kali lipat, sebagian besar adalah pengguna berat PONSEL PINTAR / IPAD.*
*Setelah lampu dimatikan, apakah itu PONSEL atau IPAD.* *Tidak hanya DEGENARASI MAKULA, pada awal akan muncul gejala dini Mata Kering, yang lebih serius adalah Katarak muncul duluan,*
*Bahkan Kehilangan Penglihatan dan menjadi BUTA.*
*Gejala awal penyakit, harus diobati dengan Laser atau Suntikan Steroid, baru memiliki kesempatan untuk sembuh.*
*Terima Kasih*
*Semoga Bermanfaat !*
*Hati hati dgn *Mata Anda*
*karena*:
*"Mata adalah Jendela Dunia"*๐
*_Please forward to help your friends_
๐๐๐๐๐๐๐๐
Dahsyatnya Doa Seorang Ibu
Dahsatnya do'a seorang Ibu....(Renungan Pengantar Tidur)............ Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di Kuwait pernah menulis di Twitter tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu jika tiap malam ia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata efek dari twitter itu telah mengubah jalan hidup banyak orang........
Isi twitternya sebagai berikut:
" Aku menyumpahmu demi Allah wahai setiap Ibu , agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya , dan aku menyumpahmu demi Allah agar engkau tidak menghijab/menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu. Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing. Begini doanya:
ุงูููู ุฅูู ุฃُุดูุฏู ุฃูู ุฑุงุถูุฉ ุนู ุฅุจูู/ุฅุจูุชู (.....) ุชู ุงู ุงูุฑุถุง ููู ุงู ุงูุฑุถุง ูู ูุชูู ุงูุฑุถุง
ูุงูููู ุงูุฒู ุฑุถูุงูู ุนูููู ุจุฑุถุงุฆู ุนููู
" Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah 'an ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim biridhooii 'anhum"
(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (....) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah Twitter tersebut tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahwa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun.
Maka berceritalah si Ibu itu:
Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya. Maka ketika membaca twittermu aku berkata : mungkinkah omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya.... dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.
Lalu setelah seminggu mulai berubah nada suara putraku kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak? Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal aku tak menyuruhnya.......
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku "Apa kabar ibu?" dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu. Aku gembira tak terkita walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali.....
4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya : "Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”
Maka akupun tak mampu menahan tangisku , bagaimana mungkin ia yang tak pernah sholat bias mulai sholat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar??
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai sholat? Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat , dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku.
Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..
Ibu adalah harta karun yang kita sia-siakan.
Betapa tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya. Padahal justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.
Jangan pernah bilang : "Ah anakku masih kecil , ngapain didoakan? Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua, disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , padahal mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi ?
Jadi doakan mereka mulai sekarang , dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka. Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka. Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau , dan kita bisa mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur.........
Isi twitternya sebagai berikut:
" Aku menyumpahmu demi Allah wahai setiap Ibu , agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya , dan aku menyumpahmu demi Allah agar engkau tidak menghijab/menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu. Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing. Begini doanya:
ุงูููู ุฅูู ุฃُุดูุฏู ุฃูู ุฑุงุถูุฉ ุนู ุฅุจูู/ุฅุจูุชู (.....) ุชู ุงู ุงูุฑุถุง ููู ุงู ุงูุฑุถุง ูู ูุชูู ุงูุฑุถุง
ูุงูููู ุงูุฒู ุฑุถูุงูู ุนูููู ุจุฑุถุงุฆู ุนููู
" Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah 'an ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim biridhooii 'anhum"
(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (....) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah Twitter tersebut tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahwa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun.
Maka berceritalah si Ibu itu:
Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya. Maka ketika membaca twittermu aku berkata : mungkinkah omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya.... dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.
Lalu setelah seminggu mulai berubah nada suara putraku kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak? Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal aku tak menyuruhnya.......
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku "Apa kabar ibu?" dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu. Aku gembira tak terkita walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali.....
4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya : "Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”
Maka akupun tak mampu menahan tangisku , bagaimana mungkin ia yang tak pernah sholat bias mulai sholat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar??
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai sholat? Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat , dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku.
Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..
Ibu adalah harta karun yang kita sia-siakan.
Betapa tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya. Padahal justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.
Jangan pernah bilang : "Ah anakku masih kecil , ngapain didoakan? Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua, disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , padahal mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi ?
Jadi doakan mereka mulai sekarang , dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka. Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka. Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau , dan kita bisa mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur.........
KULTUM RAMADHAN MALAM KELIMA
*KULTUM MALAM KELIMA*
ِุจุณْู
ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู
َِู ุงูุฑَّุญِْูู
ِ. ุงَْูุญَู
ْุฏُ ِِููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู
َِْูู. َู ุงูุตَّูุงَุฉُ َูุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََูู ุงْูู
َุจْุนُْูุซِ ุฑَุญْู
َุฉً ِْููุนَุงَูู
َِْูู. ุณَِّูุฏَِูุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุขِِูู َู َุฃุตْุญَุงุจِِู ุฃَุฌْู
َุนَِْูู.
Malam ini kita telah sampai kepada Kultum Ramadhan Kelima, sekaligus pada malam kelima pula. Semoga Allah senantiasa mengabulkan puasa dan amal ibadah lain kita semua. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.
Saudara-saudara! Telah kita singgung hadits yang lalu pada Kultum Kedua, yaitu hadits Salman ra yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaymah dalam Shahihnya, antara lain beliau berpesan agar di dalam bulan suci Ramadhan kita memperbanyak memohon dua hal ini yang kita tidak akan pernah kenyang untuk mendapatkannya, yaitu:
- *Kita memohon surga kepada Allah taala*
- *Kita mohon lindung kepada-Nya dari api neraka*
_Jelasnya_, di dunia kita hidup sementara. Hidup kekal hanya di akhirat kelak, setelah kembali kepada Allah untuk dihisab. *Di sanalah terminal akhir kehidupan umat manusia kelak, sehingga mereka hanya menjadi dua kelompok. Sekelompok menuju surga dan sekelompok lainnya menuju neraka. Lain dari itu tidak ada*.
_Amatlah berbahagia kelompok yang menuju surga dengan kebahagiaan yang tak dapat dibayangkan atau diukur oleh indera dan hayal siapapun._
_Dan amatlah celaka kelompok yang menuju api neraka dengan kecelakaan yang tak dapat dibayangkan atau diukur oleh indera atau hayal siapapun._ *Pada waktu itulah terasa manisnya anugerah Allah* *kepada seseorang, karena telah mendapatkan keberuntungan hidup selamat dari api neraka dan masuk surga*. Itulah yang disebutkan Allah di dalam firman-Nya:
ُُّูู َْููุณٍ ุฐَุงุฆَِูุฉُ ุงูู َْูุชِ َูุฅَِّูู َุง ุชَََُّْูููู ุฃُุฌُْูุฑَُูู ْ َْููู َ ุงَِูููุงู َุฉِ َูู َْู ุฒُุญْุฒِุญَ ุนَِู ุงَّููุงุฑِ َูุฃُุฏْุฎَِู ุงْูุฌََّูุฉَ ََููุฏْ َูุงุฒَ. َูู َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ุฅِูุงَّ ู َุชَุงุนُ ุงْูุบُุฑُْูุฑِ
(ุฃู ุนู ุฑุงู: 185 )
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran,2:185)
Allah telah mempersiapkan kenikmatan yang tak terbayangkan di dalam surga untuk kaum yang shalih. Begitulah Abu Hurayrah ra meriwayatkan dari Rasulullah ๏ทบ dalam hadits Qudsi, bahwa Allah ( berfirman:
ุฃَุนْุฏَุฏْุชُ ِูุนِุจَุงุฏَِู ุงูุตَّุงِูุญَِْูู ู َุง ูุงَ ุนٌَْูู ุฑَุฃَุชْ َููุงَ ุฃُุฐٌُู ุณَู ِุนَุชْ َููุงَ ุฎَุทَุฑٌ ุนََูู َْููุจِ ุจَุดَุฑٍ. َูุงْูุฑَุฃُْูุง ุฅِْู ุดِุฆْุชُู ْ : َููุงَุชَุนَْูู ُ َْููุณٌ ู َุง ุฃُุฎَِْูู َُููู ْ ู ِْู ُูุฑَّุฉِ ุฃَุนٍُْูู . (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ู ุงูุชุฑู ุฐู ู ุงููุณุงุฆู ูุงุจู ู ุงุฌุฉ )
“Telah Aku persiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih-shalih kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terdetik di dalam hati. Bacalah jika kau mau: “Maka tak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu macam-macam kenikmatan yang menyedapkan mata.
(HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi,Nasaai dan Ibnu Majah)
Malam ini kita telah sampai kepada Kultum Ramadhan Kelima, sekaligus pada malam kelima pula. Semoga Allah senantiasa mengabulkan puasa dan amal ibadah lain kita semua. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.
Saudara-saudara! Telah kita singgung hadits yang lalu pada Kultum Kedua, yaitu hadits Salman ra yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaymah dalam Shahihnya, antara lain beliau berpesan agar di dalam bulan suci Ramadhan kita memperbanyak memohon dua hal ini yang kita tidak akan pernah kenyang untuk mendapatkannya, yaitu:
- *Kita memohon surga kepada Allah taala*
- *Kita mohon lindung kepada-Nya dari api neraka*
_Jelasnya_, di dunia kita hidup sementara. Hidup kekal hanya di akhirat kelak, setelah kembali kepada Allah untuk dihisab. *Di sanalah terminal akhir kehidupan umat manusia kelak, sehingga mereka hanya menjadi dua kelompok. Sekelompok menuju surga dan sekelompok lainnya menuju neraka. Lain dari itu tidak ada*.
_Amatlah berbahagia kelompok yang menuju surga dengan kebahagiaan yang tak dapat dibayangkan atau diukur oleh indera dan hayal siapapun._
_Dan amatlah celaka kelompok yang menuju api neraka dengan kecelakaan yang tak dapat dibayangkan atau diukur oleh indera atau hayal siapapun._ *Pada waktu itulah terasa manisnya anugerah Allah* *kepada seseorang, karena telah mendapatkan keberuntungan hidup selamat dari api neraka dan masuk surga*. Itulah yang disebutkan Allah di dalam firman-Nya:
ُُّูู َْููุณٍ ุฐَุงุฆَِูุฉُ ุงูู َْูุชِ َูุฅَِّูู َุง ุชَََُّْูููู ุฃُุฌُْูุฑَُูู ْ َْููู َ ุงَِูููุงู َุฉِ َูู َْู ุฒُุญْุฒِุญَ ุนَِู ุงَّููุงุฑِ َูุฃُุฏْุฎَِู ุงْูุฌََّูุฉَ ََููุฏْ َูุงุฒَ. َูู َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ุฅِูุงَّ ู َุชَุงุนُ ุงْูุบُุฑُْูุฑِ
(ุฃู ุนู ุฑุงู: 185 )
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran,2:185)
Allah telah mempersiapkan kenikmatan yang tak terbayangkan di dalam surga untuk kaum yang shalih. Begitulah Abu Hurayrah ra meriwayatkan dari Rasulullah ๏ทบ dalam hadits Qudsi, bahwa Allah ( berfirman:
ุฃَุนْุฏَุฏْุชُ ِูุนِุจَุงุฏَِู ุงูุตَّุงِูุญَِْูู ู َุง ูุงَ ุนٌَْูู ุฑَุฃَุชْ َููุงَ ุฃُุฐٌُู ุณَู ِุนَุชْ َููุงَ ุฎَุทَุฑٌ ุนََูู َْููุจِ ุจَุดَุฑٍ. َูุงْูุฑَุฃُْูุง ุฅِْู ุดِุฆْุชُู ْ : َููุงَุชَุนَْูู ُ َْููุณٌ ู َุง ุฃُุฎَِْูู َُููู ْ ู ِْู ُูุฑَّุฉِ ุฃَุนٍُْูู . (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ู ุงูุชุฑู ุฐู ู ุงููุณุงุฆู ูุงุจู ู ุงุฌุฉ )
“Telah Aku persiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih-shalih kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terdetik di dalam hati. Bacalah jika kau mau: “Maka tak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu macam-macam kenikmatan yang menyedapkan mata.
(HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi,Nasaai dan Ibnu Majah)
Walau Allah menjelaskan sifat-sifat kenikmatan itu di dalam Al Quran, bukan berarti sifat itu sifat yang sebenarnya, tapi sekedar untuk lebih mudah dijangkau oleh pengertian kita. Sifat-sifat itu antara lain seperti dalam ayat:
َูุฌَุฒَุงُูู ْ ุจِู َุง ุตَุจَุฑُْูุง ุฌََّูุฉً َูุญَุฑِْูุฑًุง . ู ُุชَِّูุฆَِْูู َِْูููุง ุนََูู ุงูุฃَุฑَุงุฆِِู ูุงََูุฑََْูู َِْูููุง ุดَู ْุณًุง َููุงَุฒَู َْูุฑِْูุฑًุง. َูุฏَุงَِููุฉً ุนََِْูููู ْ ุธِูุงََُููุง َูุฐَُِّููุชْ ُูุทَُُْูููุง ุชَุฐِْْูููุงً . َُููุทَุงُู ุนََِْูููู ْ ุจِุขَِููุฉٍ ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َูุฃََْููุงุจٍ َูุงَูุชْ ََููุงุฑِْูุฑَุง . ََููุงุฑِْูุฑَุง ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َูุฏَّุฑَُْููุง ุชَْูุฏِْูุฑًุง . َُููุณََْْููู َِْูููุง َูุฃْุณًุง َูุงَู ู ِุฒَุงุฌَُูุง ุฒَْูุฌَุจِْููุงً. ุนًًْููุง َِْูููุง ุชُุณَู َّู ุณَْูุณَุจِْููุงً. ََููุทُُْูู ุนََِْูููู ْ ِْููุฏَุงٌู ู ُุฎََّูุฏَُْูู ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَْูุชَُูู ْ ุญَุณِุจْุชَُูู ْ ُูุคُْูุคًุง ู َْูุซُْูุฑًุง . َูุฅِุฐَุง ุฑَุฃَْูุชَ ุซَู َّ ุฑَุฃَْูุชَ َูุนِْูู ًุง َูู ًُْููุง َูุจِْูุฑًุง . ุนَุงَُِูููู ْ ุซَِูุงุจُ ุณُْูุฏُุณٍ ุฎُุถْุฑٌ َูุฅِุณْุชَุจْุฑٌَู . َูุญُُّْููุง ุฃَุณَุงِูุฑَ ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َูุณََูุงُูู ْ ุฑَุจُُّูู ْ ุดَุฑَุงุจًุง ุทَُْููุฑًุง . ุฅَِّู َูุฐَุง َูุงَู َُููู ْ ุฌَุฒَุงุกً ََููุงَู ุณَุนُُْููู ْ ู َุดُْْููุฑًุง . (ุงูุฅูุณุงู: 12 –22)
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya terik matahari dan tidak pula dingin yang bersengatan. Dan naungan pohon-pohon surga itu dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan dipetik dengan semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. Yaitu kaca-kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas minuman bercampur jahe. Yang didatangkan dari sebuah mata air surga bernama Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera halus tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”
(QS. Al Insan, 76: 12 22)
َูุงูุณَّุงุจَُِْููู ุงูุณَّุงุจَُِْููู . ุฃَُููุฆَِู ุงูู َُูุฑَّุจَُْูู .ِْูู ุฌََّูุงุชِ ุงَّููุนِْูู ِ . ุซَُّูุฉٌ ู َِู ุงูุฃَََِّْูููู . ٌََِْููููู ู َِู ุงูุขุฎِุฑَِْูู . ุนََูู ุณُุฑُุฑٍ ู َْูุถَُْููุฉٍ . ู ُุชَِّูุฆَِْูู ุนَََْูููุง ู ُุชََูุงุจَِِْููู . َูุทُُْูู ุนََِْูููู ْ ِْููุฏَุงٌู ู ُุฎََّูุฏَُْูู . ุจِุฃََْููุงุจٍ َูุฃَุจَุงุฑَِْูู ََููุฃْุณٍ ู ِْู ู َุนٍِْูู . ูุงَُูุตَุฏَّุนَُْูู ุนََْููุง َููุงَ ُْููุฒَُِْููู . ََููุงَِููุฉٍ ู ِู َّุง َูุชَุฎََّูุฑَُْูู . ََููุญْู ِ ุทَْูุฑٍ ู ِู َّุง َูุดْุชََُْููู . َูุญُْูุฑٌ ุนٌِْูู . َูุฃَู ْุซَุงِู ุงُّููุคُْูุคِ ุงْูู َُِْْูููู . ุฌَุฒَุงุกً ุจِู َุง َูุงُْููุง َูุนْู ََُْููู . ูุงََูุณْู َุนَُْูู َِْูููุง َูุบًْูุง َููุงَ ุชَุฃْุซِْูู ًุง . ุฅِูุงَّ ِْูููุงً ุณَูุงَู ًุง ุณَูุงَู ًุง (ุงููุงูุนุฉ: 10 –26 )
َูุฌَุฒَุงُูู ْ ุจِู َุง ุตَุจَุฑُْูุง ุฌََّูุฉً َูุญَุฑِْูุฑًุง . ู ُุชَِّูุฆَِْูู َِْูููุง ุนََูู ุงูุฃَุฑَุงุฆِِู ูุงََูุฑََْูู َِْูููุง ุดَู ْุณًุง َููุงَุฒَู َْูุฑِْูุฑًุง. َูุฏَุงَِููุฉً ุนََِْูููู ْ ุธِูุงََُููุง َูุฐَُِّููุชْ ُูุทَُُْูููุง ุชَุฐِْْูููุงً . َُููุทَุงُู ุนََِْูููู ْ ุจِุขَِููุฉٍ ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َูุฃََْููุงุจٍ َูุงَูุชْ ََููุงุฑِْูุฑَุง . ََููุงุฑِْูุฑَุง ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َูุฏَّุฑَُْููุง ุชَْูุฏِْูุฑًุง . َُููุณََْْููู َِْูููุง َูุฃْุณًุง َูุงَู ู ِุฒَุงุฌَُูุง ุฒَْูุฌَุจِْููุงً. ุนًًْููุง َِْูููุง ุชُุณَู َّู ุณَْูุณَุจِْููุงً. ََููุทُُْูู ุนََِْูููู ْ ِْููุฏَุงٌู ู ُุฎََّูุฏَُْูู ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَْูุชَُูู ْ ุญَุณِุจْุชَُูู ْ ُูุคُْูุคًุง ู َْูุซُْูุฑًุง . َูุฅِุฐَุง ุฑَุฃَْูุชَ ุซَู َّ ุฑَุฃَْูุชَ َูุนِْูู ًุง َูู ًُْููุง َูุจِْูุฑًุง . ุนَุงَُِูููู ْ ุซَِูุงุจُ ุณُْูุฏُุณٍ ุฎُุถْุฑٌ َูุฅِุณْุชَุจْุฑٌَู . َูุญُُّْููุง ุฃَุณَุงِูุฑَ ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َูุณََูุงُูู ْ ุฑَุจُُّูู ْ ุดَุฑَุงุจًุง ุทَُْููุฑًุง . ุฅَِّู َูุฐَุง َูุงَู َُููู ْ ุฌَุฒَุงุกً ََููุงَู ุณَุนُُْููู ْ ู َุดُْْููุฑًุง . (ุงูุฅูุณุงู: 12 –22)
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya terik matahari dan tidak pula dingin yang bersengatan. Dan naungan pohon-pohon surga itu dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan dipetik dengan semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. Yaitu kaca-kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas minuman bercampur jahe. Yang didatangkan dari sebuah mata air surga bernama Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera halus tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”
(QS. Al Insan, 76: 12 22)
َูุงูุณَّุงุจَُِْููู ุงูุณَّุงุจَُِْููู . ุฃَُููุฆَِู ุงูู َُูุฑَّุจَُْูู .ِْูู ุฌََّูุงุชِ ุงَّููุนِْูู ِ . ุซَُّูุฉٌ ู َِู ุงูุฃَََِّْูููู . ٌََِْููููู ู َِู ุงูุขุฎِุฑَِْูู . ุนََูู ุณُุฑُุฑٍ ู َْูุถَُْููุฉٍ . ู ُุชَِّูุฆَِْูู ุนَََْูููุง ู ُุชََูุงุจَِِْููู . َูุทُُْูู ุนََِْูููู ْ ِْููุฏَุงٌู ู ُุฎََّูุฏَُْูู . ุจِุฃََْููุงุจٍ َูุฃَุจَุงุฑَِْูู ََููุฃْุณٍ ู ِْู ู َุนٍِْูู . ูุงَُูุตَุฏَّุนَُْูู ุนََْููุง َููุงَ ُْููุฒَُِْููู . ََููุงَِููุฉٍ ู ِู َّุง َูุชَุฎََّูุฑَُْูู . ََููุญْู ِ ุทَْูุฑٍ ู ِู َّุง َูุดْุชََُْููู . َูุญُْูุฑٌ ุนٌِْูู . َูุฃَู ْุซَุงِู ุงُّููุคُْูุคِ ุงْูู َُِْْูููู . ุฌَุฒَุงุกً ุจِู َุง َูุงُْููุง َูุนْู ََُْููู . ูุงََูุณْู َุนَُْูู َِْูููุง َูุบًْูุง َููุงَ ุชَุฃْุซِْูู ًุง . ุฅِูุงَّ ِْูููุงً ุณَูุงَู ًุง ุณَูุงَู ًุง (ุงููุงูุนุฉ: 10 –26 )
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam surga kenimatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam”.
(QS. Al Waaqiah, 56: 10 26 )
Untuk lebih mudah difahami dan ditangkap oleh indera kita, Rasulullah ๏ทบ menjelaskan kenikmatan bagi penduduk surga yang paling miskin dan paling rendah derajatnya, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Mughirah bin Syu’bah ra dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุงَِّู ู ُْูุณَู( ุณَุฃََู ุฑَุจَُّู :ู َุง ุฃَุฏَْูู ุฃَِْูู ุงูุฌََّูุฉِ ู َْูุฒَِูุฉً ؟ ََููุงَู : ุฑَุฌٌُู َูุฌِْูุกُ ุจَุนْุฏَ ู َุง ุฏَุฎََู ุฃَُْูู ุงูุฌََّูุฉِ ุงูุฌََّูุฉَ , ََُูููุงُู َُูู: ุงُุฏْุฎُِู ุงูุฌََّูุฉَ ! ََُُْููููู :ุฑَุจِّ ََْููู ََููุฏْ َูุฒََู ุงَّููุงุณُ ู ََูุงุฒَُِููู ْ َูุฃَุฎَุฐُْูุง ุฃَุฎَุฐَุงุชِِูู ْ – ุฃَْู ุฏَุฑَุฌَุงุชِِูู ْ – ََُูููุงُู َُูู: ุฃَุชَุฑْุถَู ุฃَْู ََُْูููู ََูู ู ِุซُْู ู ٍَِูู ู ِْู ู ُُِْููู ุงูุฏُّْููุงَ ؟ ََُُْููููู : ุฑَุถِْูุชُ ุฑَุจِّ . ََُُْููููู َُูู : ََูู ุฐََِูู َูู ِุซُُْูู َูู ِุซُُْูู َูู ِุซُُْูู . ََููุงَู ِْูู ุงูุฎَุงู ِุณَุฉِ : ุฑَุถِْูุชُ ุฑَุจِّ . ََُُْููููู : َูุฐَุง َََููู ุนَุดَุฑَุฉُ ุฃَู ْุซَุงِِูู َََููู ู َุง ุงุดْุชََูุชْ َْููุณَُู ََููุฐَّุชْ ุนََُْููู . ََُُْููููู : ุฑَุถِْูุชُ ุฑَุจِّ . َูุงَู : َูุฃَุนْูุงَُูู ْ ู َْูุฒَِูุฉً ؟ َูุงَู :ุฃَُููุฆَِู ุงَّูุฐَِْูู ุฃَุฑَุฏْุชُ . ุบَุฑَุณْุชُ َูุฑَุงู َุชَُูู ْ ุจَِูุฏِْู َูุฎَุชَู ْุชُ ุนَََْูููุง ََููู ْ ุชَุฑَ ุนٌَْูู ََููู ْ ุชَุณْู َุนْ ุฃُุฐٌُู ََููู ْ َูุฎْุทُุฑْ ุนََูู َْููุจِ ุจَุดَุฑٍ (ุฑูุงู ู ุณูู )
“Pernah Musa ๏ทบ bertanya kepada Tuhannya: Apa kedudukan penduduk surga yang paling rendah? Tuhan menjawab: Seseorang akan datang terakhir sekali setelah penduduk surga yang lain memasuki surga. Lalu dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga. Maka orang itu berkata: Hai Tuhanku! Bagaimana (saya akan masuk) sedang orang-orang telah menduduki kedudukan mereka dan memangku derajat mereka?! Dikatakan kepadanya: Puaskah kamu mempunyai kedudukan seperti seorang raja dari antara raja-raja dunia? Orang itu menjawab: Ya, puas sekali Tuhanku! Tegur Tuhan kepadanya: Itulah hakmu, ditambah lagi semisal itu, ditambah lagi semisal itu dan semisal itu pula. Lalu pada yang kelima kalinya Dia menegaskan: Inilah hakmu dan sepuluh kali lipatnya lagi. Dan hakmu pula sesuai keinginanmu dan apa yang senang dilihatmu. Berkata orang itu: Saya puas Tuhanku. Lalu tanya Musa: Kemudian, kedudukan apakah bagi penduduk surga yang paling tinggi? Tuhan menjawab: Mereka itulah yang Ku-inginkan. Kemuliaan mereka Ku-tanam dengan tangan-Ku. Dan telah Ku-resmikan. Maka tak terlihat oleh matapun, tak terdengar oleh telingapun dan tak terdetik di dalam hati siapapun”. (HR. Muslim)
*Apabila pangkat penduduk surga yang paling rendah seperti kedudukan enam puluh enam kali lipat pangkat raja dunia,* maka sungguh amatlah tidak berarti sama sekali beratnya usaha dan jerih payah seseorang di dunia untuk memasuki surga kelak, ketimbang nilai nikmatnya surga yang begitu besar akan dia diterima. Bayangkan saja, kebahagiaan sesaat di dalam surga sudah melenyapkan segala jerih payah dan keletihan yang dirasakan. Anas bin Malik ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ُูุคْุชَู ุจِุฃَْูุนَู ِ ุฃَِْูู ุงูุฏُّْููุงَ ู ِْู ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ َُููุตْุจَุบُ ِْูู ุงَّููุงุฑِ ุตِุจْุบَุฉً . ุซُู َّ َُููุงُู : َูุง ุงุจَْู ุขุฏَู َ! َْูู ุฑَุฃَْูุชَ ุฎَْูุฑًุง َูุทُّ ؟ َْูู ู َุฑَّ ุจَِู َูุนِْูู ٌ َูุทُّ؟ ََُُْููููู : ูุงَ َู ุงِููู َูุง ุฑَุจِّ . َُููุคْุชَู ุจِุฃَุดَุฏِّ ุงَّููุงุณِ ุจُุคْุณًุง ِْูู ุงูุฏَُّْููุงู ِْู ุฃَِْูู ุงูุฌََّูุฉِ َُููุตْุจَุบُ ุตِุจْุบَุฉً ِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََُูููุงُู َُูู : َูุง ุงุจَْู ุขุฏَู َ! َْูู ุฑَุฃَْูุชَ ุจُุคْุณًุง َูุทُّ ؟ َْูู ู َุฑَّ ุจَِู ุดِุฏَّุฉٌ َูุทُّ؟ ََُُْููููู : ูุงَ َูุงِููู ู َุง ู َุฑَّ ุจِْู ุจُุคْุณٌ َูุทُّ َููุงَ ุฑَุฃَْูุชُ ุดِุฏَّุฉً َูุทُّ .
(ุฑูุงู ู ุณูู )
“Akan didatangkan di hari kiamat kelak seorang yang paling mewah penuh nikmat sewaktu di dunia. Setelah dicelupkan sekali ke neraka ia akan ditanya: Hai anak Adam! Pernahkah kamu mendapatkan sedikit kebaikan? Pernahkah kamu mengalami sedikit kenikmatan? Jawabnya: Demi Allah, sedikitpun saya tidak pernah wahai Tuhanku! Kemudian didatangkan pula seorang penduduk surga yang paling menderita sewaktu di dunia. Setelah dimasukkan sekali ke dalam surga ditanya: Hai anak Adam! Pernahkah kamu mendapat-kan sedikit penderitaan? Pernahkah kamu mengalami sedikit kesulitan? Maka jawabnya: Demi Allah, sedikit-pun saya tidak pernah mengalami dan tidak pernah mendapatkan penderitaan hai Tuhanku!. (HR Muslim)
Maka, sekali masuk ke dalam surga membuat seseorang lupa akan segala penderitaan dunia, walau di sana dia seorang yang paling menderita. Sebagaimana pula satu kali celup ke dalam api neraka, membuat seseorang lupa akan segala kemewahan dan kenikmatan dunia, walau di sana dia orang yang paling mewah dan paling senang. Semoga Allah melindungi kita dari panas dan sengatan racun api neraka, minuman dan makanan api neraka. Sebab, azab api neraka membuat siapapun lupa akan segala kenikmatan dan keindahan. Perempuan yang sedang menyusui anak lupa akan anaknya. Bahkan mereka pertaruhkan keselamatan diri dengan anak, isteri, saudara, kaum kerabat dan semua isi bumi. Allah kemukakan sifat makanan dan minuman neraka dalam firmannya:
َูุณُُْููุง ู َุงุกً ุญَู ِْูู ًุง ََููุทَّุนَ ุฃَู ْุนَุงุกَُูู ْ ( ุงููุชุงู : ู ุญู ุฏ 15 )
“Dan mereka diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya”. (Al Qital/Muhammad, 47: 15)
ุฅَِّู ุดَุฌَุฑَุฉَ ุงูุฒَُّّْููู ِ. ุทَุนَุงู ُ ุงْูุฃَุซِْูู ِ. َูุงْูู ُِْูู َูุบِْْูู ِْูู ุงْูุจُุทُِْูู. َูุบَِْูู ุงْูุญَู ِْูู ِ. ุฎُุฐُُْูู َูุงุนْุชُُِْููู ุฅَِูู ุณََูุงุกِ ุงْูุฌَุญِْูู ِ. ุซُู َّ ุตُุจُّْูุง ََْููู ุฑَุฃْุณِِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงْูุญَู ِْูู ِ. ุฐُْู ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงْูุนَุฒِْูุฒُ ุงَْููุฑِْูู ُ. (ุงูุฏุฎุงู: 43 – 49 )
“Sesunggunya pohon Zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Ia sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas. Peganglah dia, kemudian seretlah ia ke tengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan dari api yang sangat panas. Rasakanlah! Sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia”. (QS. Ad Dukhkhan, 44: 43 49 )
Untuk lebih mudah difahami dan ditangkap oleh indera kita, Rasulullah ๏ทบ menjelaskan azab penduduk neraka dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Numan bin Basyir ra, dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅَِّู ุฃَََْููู ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ ุนَุฐَุงุจًุง ุฑَุฌٌُู ِْูู ุฃَุฎْู َุตِ َูุฏَู َِْูู ุฌَู ْุฑَุชَุงِู َูุบِْْูู ู ُِْููู َุง ุฏِู َุงุบُُู َูู َุง َูุบِْْูู ุงูู ِุฑْุฌَُู ุจِุงُْููู ُْูู ِ (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู )
“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan azabnya, ialah seorang yang kedua telapak kakinya ber-sandal bara api, sedang otaknya mendidih karenanya, seperti mendidihnya air di dalam ketel”. (HR. Bukhari )
ุฅَِّู ุฃَََْููู ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ ุนَุฐَุงุจًุง ู َْู َُูู َูุนْูุงَِู َูุดِุฑَุงَูุงِู ู ِْู َูุงุฑٍ َูุบِْْูู ู ُِْููู َุง ุฏِู َุงุบُُู َูู َุง َูุบِْْูู ุงْูู ِุฑْุฌَُู ู َุง ُูุฑَู ุฃََّู ุฃَุญَุฏًุง ุฃَุดَุฏُّ ู ُِْูู ุนَุฐَุงุจًุง َู ุฅَُِّูู َูุฃََُُْููููู ْ ุนَุฐَุงุจًุง (ุฑูุงู ู ุณูู )
“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan azabnya, adalah orang memakai sandal api bertali, sedang otaknya mendidih karenanya, sebagaimana men-didihnya ketel air. Dia merasa, tak seorangpun yang lebih menderita menanggung siksa dari padanya. Pada hal dia adalah orang yang paling ringan azabnya dari antara mereka”. (HR. Muslim)
Sebagai kaca perbandingan, maka Rasulullah ๏ทบ menegaskan, bahwa panas api Jahannam adalah tujuh puluh kali lipat panas api dunia. Hadits Abu Hurayrah ( dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
َูุงุฑُُูู ْ َูุฐِِู ู َุงُِْูููุฏُ ุจَُْูู ุขุฏَู َ ุฌُุฒْุกٌ َูุงุญِุฏٌู ِْู ุณَุจْุนَِْูู ุฌُุฒุกًุง ู ِْู َูุงุฑِ ุฌَََّููู َ . َูุงُْููุง : َูุงِููู ุฅِْู َูุงَูุชْ ََููุงَِููุฉً ؟ َูุงَู : ุฅََِّููุง ُูุถَِّูุชْ ุนَََْูููุง ุจِุชِุณْุนَุฉٍ َูุณِุชَِّْูู ุฌُุฒْุกًุง َُُُّّูููู ู ِุซُْู ุญَุฑَِّูุง (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู )
“Api kamu di dunia ini, yang dinyalakan oleh umat manusia adalah seper tujuh puluh panas api Jahannam. Shahabat bertanya: Demi Allah, api dunia saja sudah sangat panas. Beliau bersabda: Panas api Jahannam ditambah enam puluh sembilan kali lagi dari panas api dunia itu, yang derajat panas masing-masing itu sama”. (HR Bukhari dan Muslim )
Akhirnya, seorang muslim seharusnya pada bulan suci Ramadhan ini gigih memohon kepada Allah untuk mendapatkan ridha-Nya, sehingga dimasukkan ke dalam surga dan diselamatkan dari api neraka, sebagaimana pesan Rasulullah ๏ทบ . Amatlah beruntung seseorang yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Karena itu, doa yang paling sering dibaca Rasulullah ๏ทบ :
ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِْูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِْููู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู )
“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka”. (HR. Bukhari )
Beliaupun sering kali mengajarkan dan menganjurkan kepada para shahabat berdoa, mohon lindung kepada Allah dari azab api neraka. Begitulah Ibnu Abbas ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah ๏ทบ sering kali mengajar mereka doa ini, sebagaimana mengajar Al Quran kepada mereka, yaitu:
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุฌَََّููู َ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงَْููุจْุฑِ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงْูู َุณِْูุญِ ุงูุฏَّุฌَّุงِู َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงْูู َุญَْูุง َูุงْูู َู َุงุชِ , (ุฑูุงู ุงูุฅู ุงู ู ุงูู ูู ุณูู ูุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู ุฐู ูุงููุณุงุฆู(
“Wahai Allah! Sesungguhnya aku mohon lindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam. Aku mohon lindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku mohon lindung kepadamu dari bencana Dajjal Al Masih. Dan aku mohon lindung kepadamu dari bencana hidup dan mati”. (HR. Imam Malik, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasaai)
ุงََُّูููู َّ ุฅَِّูุง َูุณْุฃََُูู ุฑِุถَุงَู َูุงْูุฌََّูุฉَ ََููุนُْูุฐُ ุจَِู ู ُِู ุณَุฎَุทَِู َูุงَّููุงุฑِ .
َูุตََّูู ุงُููู َูุณََّูู َ َูุจَุงุฑََู ุนََูู ุฎَุงุชَู ِ ุฃَْูุจَِูุงุฆِِู َูุฑُุณُِِูู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ َูุนََูู ุขِِูู َูุฃَุตْุญَุงุจِِู ุฃَุฌْู َุนَِْูู َูุงْูุญَู ْุฏُ ِِููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู
(QS. Al Waaqiah, 56: 10 26 )
Untuk lebih mudah difahami dan ditangkap oleh indera kita, Rasulullah ๏ทบ menjelaskan kenikmatan bagi penduduk surga yang paling miskin dan paling rendah derajatnya, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Mughirah bin Syu’bah ra dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุงَِّู ู ُْูุณَู( ุณَุฃََู ุฑَุจَُّู :ู َุง ุฃَุฏَْูู ุฃَِْูู ุงูุฌََّูุฉِ ู َْูุฒَِูุฉً ؟ ََููุงَู : ุฑَุฌٌُู َูุฌِْูุกُ ุจَุนْุฏَ ู َุง ุฏَุฎََู ุฃَُْูู ุงูุฌََّูุฉِ ุงูุฌََّูุฉَ , ََُูููุงُู َُูู: ุงُุฏْุฎُِู ุงูุฌََّูุฉَ ! ََُُْููููู :ุฑَุจِّ ََْููู ََููุฏْ َูุฒََู ุงَّููุงุณُ ู ََูุงุฒَُِููู ْ َูุฃَุฎَุฐُْูุง ุฃَุฎَุฐَุงุชِِูู ْ – ุฃَْู ุฏَุฑَุฌَุงุชِِูู ْ – ََُูููุงُู َُูู: ุฃَุชَุฑْุถَู ุฃَْู ََُْูููู ََูู ู ِุซُْู ู ٍَِูู ู ِْู ู ُُِْููู ุงูุฏُّْููุงَ ؟ ََُُْููููู : ุฑَุถِْูุชُ ุฑَุจِّ . ََُُْููููู َُูู : ََูู ุฐََِูู َูู ِุซُُْูู َูู ِุซُُْูู َูู ِุซُُْูู . ََููุงَู ِْูู ุงูุฎَุงู ِุณَุฉِ : ุฑَุถِْูุชُ ุฑَุจِّ . ََُُْููููู : َูุฐَุง َََููู ุนَุดَุฑَุฉُ ุฃَู ْุซَุงِِูู َََููู ู َุง ุงุดْุชََูุชْ َْููุณَُู ََููุฐَّุชْ ุนََُْููู . ََُُْููููู : ุฑَุถِْูุชُ ุฑَุจِّ . َูุงَู : َูุฃَุนْูุงَُูู ْ ู َْูุฒَِูุฉً ؟ َูุงَู :ุฃَُููุฆَِู ุงَّูุฐَِْูู ุฃَุฑَุฏْุชُ . ุบَุฑَุณْุชُ َูุฑَุงู َุชَُูู ْ ุจَِูุฏِْู َูุฎَุชَู ْุชُ ุนَََْูููุง ََููู ْ ุชَุฑَ ุนٌَْูู ََููู ْ ุชَุณْู َุนْ ุฃُุฐٌُู ََููู ْ َูุฎْุทُุฑْ ุนََูู َْููุจِ ุจَุดَุฑٍ (ุฑูุงู ู ุณูู )
“Pernah Musa ๏ทบ bertanya kepada Tuhannya: Apa kedudukan penduduk surga yang paling rendah? Tuhan menjawab: Seseorang akan datang terakhir sekali setelah penduduk surga yang lain memasuki surga. Lalu dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga. Maka orang itu berkata: Hai Tuhanku! Bagaimana (saya akan masuk) sedang orang-orang telah menduduki kedudukan mereka dan memangku derajat mereka?! Dikatakan kepadanya: Puaskah kamu mempunyai kedudukan seperti seorang raja dari antara raja-raja dunia? Orang itu menjawab: Ya, puas sekali Tuhanku! Tegur Tuhan kepadanya: Itulah hakmu, ditambah lagi semisal itu, ditambah lagi semisal itu dan semisal itu pula. Lalu pada yang kelima kalinya Dia menegaskan: Inilah hakmu dan sepuluh kali lipatnya lagi. Dan hakmu pula sesuai keinginanmu dan apa yang senang dilihatmu. Berkata orang itu: Saya puas Tuhanku. Lalu tanya Musa: Kemudian, kedudukan apakah bagi penduduk surga yang paling tinggi? Tuhan menjawab: Mereka itulah yang Ku-inginkan. Kemuliaan mereka Ku-tanam dengan tangan-Ku. Dan telah Ku-resmikan. Maka tak terlihat oleh matapun, tak terdengar oleh telingapun dan tak terdetik di dalam hati siapapun”. (HR. Muslim)
*Apabila pangkat penduduk surga yang paling rendah seperti kedudukan enam puluh enam kali lipat pangkat raja dunia,* maka sungguh amatlah tidak berarti sama sekali beratnya usaha dan jerih payah seseorang di dunia untuk memasuki surga kelak, ketimbang nilai nikmatnya surga yang begitu besar akan dia diterima. Bayangkan saja, kebahagiaan sesaat di dalam surga sudah melenyapkan segala jerih payah dan keletihan yang dirasakan. Anas bin Malik ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ُูุคْุชَู ุจِุฃَْูุนَู ِ ุฃَِْูู ุงูุฏُّْููุงَ ู ِْู ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ َُููุตْุจَุบُ ِْูู ุงَّููุงุฑِ ุตِุจْุบَุฉً . ุซُู َّ َُููุงُู : َูุง ุงุจَْู ุขุฏَู َ! َْูู ุฑَุฃَْูุชَ ุฎَْูุฑًุง َูุทُّ ؟ َْูู ู َุฑَّ ุจَِู َูุนِْูู ٌ َูุทُّ؟ ََُُْููููู : ูุงَ َู ุงِููู َูุง ุฑَุจِّ . َُููุคْุชَู ุจِุฃَุดَุฏِّ ุงَّููุงุณِ ุจُุคْุณًุง ِْูู ุงูุฏَُّْููุงู ِْู ุฃَِْูู ุงูุฌََّูุฉِ َُููุตْุจَุบُ ุตِุจْุบَุฉً ِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََُูููุงُู َُูู : َูุง ุงุจَْู ุขุฏَู َ! َْูู ุฑَุฃَْูุชَ ุจُุคْุณًุง َูุทُّ ؟ َْูู ู َุฑَّ ุจَِู ุดِุฏَّุฉٌ َูุทُّ؟ ََُُْููููู : ูุงَ َูุงِููู ู َุง ู َุฑَّ ุจِْู ุจُุคْุณٌ َูุทُّ َููุงَ ุฑَุฃَْูุชُ ุดِุฏَّุฉً َูุทُّ .
(ุฑูุงู ู ุณูู )
“Akan didatangkan di hari kiamat kelak seorang yang paling mewah penuh nikmat sewaktu di dunia. Setelah dicelupkan sekali ke neraka ia akan ditanya: Hai anak Adam! Pernahkah kamu mendapatkan sedikit kebaikan? Pernahkah kamu mengalami sedikit kenikmatan? Jawabnya: Demi Allah, sedikitpun saya tidak pernah wahai Tuhanku! Kemudian didatangkan pula seorang penduduk surga yang paling menderita sewaktu di dunia. Setelah dimasukkan sekali ke dalam surga ditanya: Hai anak Adam! Pernahkah kamu mendapat-kan sedikit penderitaan? Pernahkah kamu mengalami sedikit kesulitan? Maka jawabnya: Demi Allah, sedikit-pun saya tidak pernah mengalami dan tidak pernah mendapatkan penderitaan hai Tuhanku!. (HR Muslim)
Maka, sekali masuk ke dalam surga membuat seseorang lupa akan segala penderitaan dunia, walau di sana dia seorang yang paling menderita. Sebagaimana pula satu kali celup ke dalam api neraka, membuat seseorang lupa akan segala kemewahan dan kenikmatan dunia, walau di sana dia orang yang paling mewah dan paling senang. Semoga Allah melindungi kita dari panas dan sengatan racun api neraka, minuman dan makanan api neraka. Sebab, azab api neraka membuat siapapun lupa akan segala kenikmatan dan keindahan. Perempuan yang sedang menyusui anak lupa akan anaknya. Bahkan mereka pertaruhkan keselamatan diri dengan anak, isteri, saudara, kaum kerabat dan semua isi bumi. Allah kemukakan sifat makanan dan minuman neraka dalam firmannya:
َูุณُُْููุง ู َุงุกً ุญَู ِْูู ًุง ََููุทَّุนَ ุฃَู ْุนَุงุกَُูู ْ ( ุงููุชุงู : ู ุญู ุฏ 15 )
“Dan mereka diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya”. (Al Qital/Muhammad, 47: 15)
ุฅَِّู ุดَุฌَุฑَุฉَ ุงูุฒَُّّْููู ِ. ุทَุนَุงู ُ ุงْูุฃَุซِْูู ِ. َูุงْูู ُِْูู َูุบِْْูู ِْูู ุงْูุจُุทُِْูู. َูุบَِْูู ุงْูุญَู ِْูู ِ. ุฎُุฐُُْูู َูุงุนْุชُُِْููู ุฅَِูู ุณََูุงุกِ ุงْูุฌَุญِْูู ِ. ุซُู َّ ุตُุจُّْูุง ََْููู ุฑَุฃْุณِِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงْูุญَู ِْูู ِ. ุฐُْู ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงْูุนَุฒِْูุฒُ ุงَْููุฑِْูู ُ. (ุงูุฏุฎุงู: 43 – 49 )
“Sesunggunya pohon Zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Ia sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas. Peganglah dia, kemudian seretlah ia ke tengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan dari api yang sangat panas. Rasakanlah! Sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia”. (QS. Ad Dukhkhan, 44: 43 49 )
Untuk lebih mudah difahami dan ditangkap oleh indera kita, Rasulullah ๏ทบ menjelaskan azab penduduk neraka dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Numan bin Basyir ra, dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅَِّู ุฃَََْููู ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ ุนَุฐَุงุจًุง ุฑَุฌٌُู ِْูู ุฃَุฎْู َุตِ َูุฏَู َِْูู ุฌَู ْุฑَุชَุงِู َูุบِْْูู ู ُِْููู َุง ุฏِู َุงุบُُู َูู َุง َูุบِْْูู ุงูู ِุฑْุฌَُู ุจِุงُْููู ُْูู ِ (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู )
“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan azabnya, ialah seorang yang kedua telapak kakinya ber-sandal bara api, sedang otaknya mendidih karenanya, seperti mendidihnya air di dalam ketel”. (HR. Bukhari )
ุฅَِّู ุฃَََْููู ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ ุนَุฐَุงุจًุง ู َْู َُูู َูุนْูุงَِู َูุดِุฑَุงَูุงِู ู ِْู َูุงุฑٍ َูุบِْْูู ู ُِْููู َุง ุฏِู َุงุบُُู َูู َุง َูุบِْْูู ุงْูู ِุฑْุฌَُู ู َุง ُูุฑَู ุฃََّู ุฃَุญَุฏًุง ุฃَุดَุฏُّ ู ُِْูู ุนَุฐَุงุจًุง َู ุฅَُِّูู َูุฃََُُْููููู ْ ุนَุฐَุงุจًุง (ุฑูุงู ู ุณูู )
“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan azabnya, adalah orang memakai sandal api bertali, sedang otaknya mendidih karenanya, sebagaimana men-didihnya ketel air. Dia merasa, tak seorangpun yang lebih menderita menanggung siksa dari padanya. Pada hal dia adalah orang yang paling ringan azabnya dari antara mereka”. (HR. Muslim)
Sebagai kaca perbandingan, maka Rasulullah ๏ทบ menegaskan, bahwa panas api Jahannam adalah tujuh puluh kali lipat panas api dunia. Hadits Abu Hurayrah ( dari Rasulullah ๏ทบ bersabda:
َูุงุฑُُูู ْ َูุฐِِู ู َุงُِْูููุฏُ ุจَُْูู ุขุฏَู َ ุฌُุฒْุกٌ َูุงุญِุฏٌู ِْู ุณَุจْุนَِْูู ุฌُุฒุกًุง ู ِْู َูุงุฑِ ุฌَََّููู َ . َูุงُْููุง : َูุงِููู ุฅِْู َูุงَูุชْ ََููุงَِููุฉً ؟ َูุงَู : ุฅََِّููุง ُูุถَِّูุชْ ุนَََْูููุง ุจِุชِุณْุนَุฉٍ َูุณِุชَِّْูู ุฌُุฒْุกًุง َُُُّّูููู ู ِุซُْู ุญَุฑَِّูุง (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู )
“Api kamu di dunia ini, yang dinyalakan oleh umat manusia adalah seper tujuh puluh panas api Jahannam. Shahabat bertanya: Demi Allah, api dunia saja sudah sangat panas. Beliau bersabda: Panas api Jahannam ditambah enam puluh sembilan kali lagi dari panas api dunia itu, yang derajat panas masing-masing itu sama”. (HR Bukhari dan Muslim )
Akhirnya, seorang muslim seharusnya pada bulan suci Ramadhan ini gigih memohon kepada Allah untuk mendapatkan ridha-Nya, sehingga dimasukkan ke dalam surga dan diselamatkan dari api neraka, sebagaimana pesan Rasulullah ๏ทบ . Amatlah beruntung seseorang yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Karena itu, doa yang paling sering dibaca Rasulullah ๏ทบ :
ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِْูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِْููู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู )
“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka”. (HR. Bukhari )
Beliaupun sering kali mengajarkan dan menganjurkan kepada para shahabat berdoa, mohon lindung kepada Allah dari azab api neraka. Begitulah Ibnu Abbas ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah ๏ทบ sering kali mengajar mereka doa ini, sebagaimana mengajar Al Quran kepada mereka, yaitu:
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุฌَََّููู َ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงَْููุจْุฑِ َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงْูู َุณِْูุญِ ุงูุฏَّุฌَّุงِู َูุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู ِْู ِูุชَْูุฉِ ุงْูู َุญَْูุง َูุงْูู َู َุงุชِ , (ุฑูุงู ุงูุฅู ุงู ู ุงูู ูู ุณูู ูุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู ุฐู ูุงููุณุงุฆู(
“Wahai Allah! Sesungguhnya aku mohon lindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam. Aku mohon lindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku mohon lindung kepadamu dari bencana Dajjal Al Masih. Dan aku mohon lindung kepadamu dari bencana hidup dan mati”. (HR. Imam Malik, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasaai)
ุงََُّูููู َّ ุฅَِّูุง َูุณْุฃََُูู ุฑِุถَุงَู َูุงْูุฌََّูุฉَ ََููุนُْูุฐُ ุจَِู ู ُِู ุณَุฎَุทَِู َูุงَّููุงุฑِ .
َูุตََّูู ุงُููู َูุณََّูู َ َูุจَุงุฑََู ุนََูู ุฎَุงุชَู ِ ุฃَْูุจَِูุงุฆِِู َูุฑُุณُِِูู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ َูุนََูู ุขِِูู َูุฃَุตْุญَุงุจِِู ุฃَุฌْู َุนَِْูู َูุงْูุญَู ْุฏُ ِِููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู
Puasanya GUSDUR
Bedanya Puasa Gus Dur dengan Puasa Kita
6 Juni 2016 • Oleh Fiqh Menjawab
BagikanMengirimkan tweet+ 1Email
fiqhmenjawab.net ~ Salah satu ilmu agama yang nyaris tidak pernah disinggung para ustadz di TV dan sinetron spesial ramadhan, entah karena memang tidak tahu atau apa, ialah… Ibadah yang bersifat sosial jauh lebih utama daripada ibadah yang bersifat individu…
6 Juni 2016 • Oleh Fiqh Menjawab
BagikanMengirimkan tweet+ 1Email
fiqhmenjawab.net ~ Salah satu ilmu agama yang nyaris tidak pernah disinggung para ustadz di TV dan sinetron spesial ramadhan, entah karena memang tidak tahu atau apa, ialah… Ibadah yang bersifat sosial jauh lebih utama daripada ibadah yang bersifat individu…
Makanya saya sering bilang kalau sholat tarawih, one day one juz, dan semacamnya, yang bersifat ibadah individual, itu biasa saja. Tidak istimewa.
Istimewa adalah… Ketika kamu bisa rajin ibadah yang bersifat individu setelah melakukan ibadah yang bersifat sosial. Keliru adalah… Ketika kamu sangat rajin ibadah yang bersifat individu tapi mengabaikan ibadah yang bersifat sosial. Inilah kenapa barokah untuk bangsa Indonesia tidak pernah turun dari langit. Selalu tertahan.
Hasilnya ya cuma seperti ini. Bangsa yang mayoritasnya adalah umat Islam, tapi korupsi sudah merata di semua lini, dan kesenjangan sosial ada dimana-mana. Seperti tidak ada agama Islam di Indonesia.
Sebab apa? Barokah untuk bangsa Indonesia selalu tertahan di antara langit dan bumi.
Jumlah orang yang rajin ibadah di Indonesia itu banyak sekali, tapi sedikit sekali yang dapat ridha Allah. Sebab apa? Sebab ibadah yang sangat-sangat banyak itu masih mengandung unsur keegoisan diri.
“Pokoknya aku masuk surga, istriku berjilbab, aku berbuka puasa pakai kurma madinah yang mahal, aku bisa one day one juz, aku, aku, dan aku… Pokoknya serba aku!”
Istimewa adalah… Ketika kamu bisa rajin ibadah yang bersifat individu setelah melakukan ibadah yang bersifat sosial. Saya tidak anti sholat tarawih dan one day one juz lho. Saya cuma mengingatkan bahwa; keliru adalah… Ketika kamu sangat rajin ibadah yang bersifat individu tap mengabaikan ibadah yang bersifat sosial.
Saya tidak anti melihat orang beribadah yang bersifat individu. Saya malah salut. Saya hanya ingin umat Islam di Indonesia mau belajar dari orang-orang sholeh, semisal almarhum Gus Dur, tentang caranya beribadah. Agar tidak keliru-keliru, agar bangsa ini boleh ditaburi barokahNya, dan agar negara ini segera diselamatkanNya.
Gus Dur adalah seorang penghapal Al-Qur’an dan seseorang yang rajin membaca Al-Qur’an. Bedanya beliau dengan kita-kita ini adalah… Beliau sanggup sehari membaca lima juz Qur’an, dengan ingatan, dan tidak merasa bangga. Sedangkan kita sebaliknya. Hanya maksimal satu juz Qur’an, dengan membaca, dan merasa luar biasa bangga.
GUS DUR DALAM SEJAM 5 JUZ AL-QUR’AN DENGAN HAFALAN
Dan, almarhum terkadang melakukannya di dalam mobil, setelah melayani hajat banyak orang-orang yang teraniaya…
Tidak seperti kita, yang mengkhususkan diri masuk kamar, membaca Al-Qur’an dengan target pahala, justru di jam-jam produktif untuk menolong orang lain, lalu istirahat kalau capek. Tidur. Menunggu adzan maghrib. Lalu berbuka puasa. Lalu semakin merasa “jadi orang sholeh” ketika mampu berangkat sholat tarawih.
Sebab Gus Dur adalah… “Pokoknya kalian, kalian, dan kalian, kalau aku gampanglah… Gitu aja kok repot!”
Maka, wajar bila beliau sanggup berpikir waras, tidak keliru dalam beribadah; baru mau beibadah yang bersifat individu setelah melakukan ibadah yang bersifat sosial.
Subscribe to:
Posts (Atom)
